Kaltim gas pol cetak sawah !!.
Cetak sejarah atau cetak masalah..? demikian disampaikan tegas oleh Kepala dinas PTPH Kaltim (Fahmi Himawan) saat membuka Rapat koordinasi pengawalan RPTA CSR 2025, SID 2026 dan percepatan kontrak konstruksi CSR dilaksanakan di kantor dinas pertanian Prov Kaltim. Rapat yang dipimpin oleh Staf ahli menteri (Tin Latifah) dan Direktur Irigasi LIP (Liferdi) serta dihadiri oleh Tim Inspektorat III Itjen Kementan penanggung jawab kegiatan swasembada pangan dan Brigade pangan baik yg di Provinsi maupun yang ada di kabupaten Kota, BWS Samarinda, PU Kaltim BRMP Kaltim serta pelaksana SID.
Dalam diskusi masing masing penanggung jawab menyampaikan progres, target serta permasalahan yang ada dilapangan. Tin Latifah menegaskan bahwa kegiatan ini harus selesai di bulan maret akhir sehingga target yang belum dapat diselesaikan harus dicarikan solusi dan justifikasi yang detail dari permasalahan tersebut.
Inspektur jenderal (Bambang) dan team menyampaikan bahwa program CSR ini tidak hanya harus sukses dipelaksanaannya tetapi juga tertib di adminitrasinya, oleh sebab itu team itjen akan melakukaan pengawalan serta pendampingan selama 10’hari di kalimantan Timur. Selain itu juga diingatkan agar saspras yang telah diusulkan agar tiba tepat waktu sehingga pelaksanaan dapat berjalan dengan baik.
Diakhir pertemuan Liferdi selaku penanggung jawab untuk wilayah Kalimantan Timur menegaskan bahwa suksesnya program ini merupakan sinergi dari seluruh line sehingga yakin swaswembada pangan pasti tercapai.